Berita

Pembekalan Calon Dokter Gigi Baru FKG UNIMUS Periode III Tahun 2020

Semarang – FKG UNIMUS baru saja menyelenggarakan acara pembekalan untuk para calon dokter gigi baru pada hari Rabu-Kamis tanggal 16-17 Desember 2020 di aula RSGM UNIMUS. Hal ini bertujuan untuk membekali para calon dokter gigi yang akan di sumpah agar dalam melaksanakan kewajibannya sesuai dengan kode etik kedokteran gigi. Sambutan oleh Dekan FKG Unimus yang diwakili oleh drg. Dika Abdi Bakhtiar, Sp. Pros selaku wakil dekan 1, memberikan selamat kepada para calon dokter gigi baru yang telah menyelesaikan pendidikan di FKG UNIMUS. Di hari pertama, calon dokter gigi baru mendapatkan materi tentang kesiapan dokter gigi baru menyambut profesinya yang baru sehingga diberi pengenalan tentang organisasi profesi dokter gigi, etika dan disiplin kedokteran gigi serta tidak lupa membekali dokter gigi baru dengan karakter seven stars doctor. Di hari kedua, peserta mendapatkan materi tentang berbagai pilihan yang bisa dijalankan setelah melalui pendidikan profesi dokter gigi seperti dokter PNS/non-PNS, dokter gigi militer, bahkan juga jika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Narasumber yang dihadirkan juga merupakan pakar dalam bidang masing-masing. Drg. Budiono, M.Pd yang menekankan kepada calon dokter gigi baru agar dapat memiliki karakter Seven Star Doctor, Ketua PDGI cabang Semarang, Prof. Dr. drg. Dyah Fatmasari, MDSc yang memberikan materi tentang menjadi anggota PDGI. Selain itu, diberikan juga materi kode etik kedokteran gigi yang disampaikan oleh Dr. drg. Edi Sumarwanto, MH.Kes selaku Majelis Komisi Etik Kedokteran Gigi Pengurus Besar PDGI. Calon dokter gigi juga dibekali seputar dokter gigi menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang disampaikan oleh drg. Arimbi, MH.Kes, dokter gigi militer yang disampaikan oleh Letkol Ckm drg. Teguh Tri Widodo, M.Kes, Sp.Pros, program beasiswa LPDP yang disampaikan oleh drg. Enggardini Rachma Hakim serta sharing oleh alumni yang disampaikan oleh drg. Prisca Anindya Setyowati.

Antusiasme calon dokter gigi baru sangat tinggi, mengingat ini adalah hal yang pening untuk bekal mereka saat sudah memasuki dunia kerja. Mereka berharap agar dapat memberikan pelayanan kesahatan gigi yang baik saat sudah bekerja nanti.

KARIES GIGI BISA MENYEBABKAN STUNTING ?????

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang di masa pandemi ini memiliki keinginan tetap dapat berkontribusi untuk masyarakat. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Ibu pada 22 Desember 2020, FKG Unimus mempersembahkan acara Pengabdian Masyarakat Online sebagai kado bagi para ibu. Kegiatan bertajuk “Stunting pada Anak : Gigi Berlubang Berhubungan dengan Stunting, Ibu Bisa Apa?” dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari masyarakat umum dan kader – kader PKK se-Jawa Tengah. Adapun materi disampaikan oleh Dr. dr. Rr Brian Sri Prahastuti, MPH (Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden RI), Hj. Siti Atikoh Ganjar Pranowo (Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah) yang diwakilkan oleh Dra. Tjondrorini, M.Kes (Wakil Ketua 4 TP PKK Jawa Tengah), dan Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA (Dekan FKG Unimus).

Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA menyampaikan materi Karies Gigi dan Stunting
Dra. Tjondrorini, M.Kes menyampaikan materi Peran Kader PKK Terhadap Pencegahan Stunting
Dr. dr. Rr Brian Sri Prahastuti, MPH menyampaikan materi Stunting di Indonesia

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya bertubuh pendek, kondisi stunting ini juga memiliki banyak dampak buruk untuk anak ke depannya. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi sejak dalam kandungan dan tampak saat anak berusia 2 tahun, sebagai berikut

  1. Praktek pengasuhan yang tidak baik
  2. Kurangnya akses ke makanan bergizi
  3. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi
  4. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC, Post natal dan pembelajaran dini yang berkualitas

Oleh karena itu intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat menentukan kondisi stunting pada anak. Salah satu pencegahan dan penanganan stunting adalah dengan memperhatikan pola makan dan gizi seimbang yang disebut dengan ISI PRINGKU.

Apakah gigi memiliki pengaruh terhadap terjadinya stunting?????

Stunting pada anak memiliki ciri sebagai berikut

  1. Kondisi gagal tumbuh pada anak balita sesuai usianya
  2. Pertumbuhan melambat
  3. Pertumbuhan gigi terlambat
  4. Performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar

Gigi dibentuk saat janin berusia 4 bulan dalam kandungan. Sehingga, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi cukup suplemen fluor dan kalsium untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan gigi anak nanti. Namun tidak berhenti saat hamil saja ibu membutuhkan gizi yang baik, tetapi harus terus berlanjut hingga ibu menyusui dan anak dalam tahap Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Karies gigi yang tidak dirawat akan berkembang menjadi rampan karies dan menyerang seluruh mahkota gigi dengan melibatkan banyak gigi depan dan belakang akan menjadi lepasnya gigi sulung sebelum waktunya. Kondisi ini akan memberikan dampak negatif terhadap kemampuan anak untuk makan dan mendapatkan asupan gizi yang baik. Akibatnya jika anak tersebut susah makan karena karies gigi akan memiliki asupan nutrisi per hari yang tidak tercukupi, daya tahan tubuh melemah, dan lebih tinggi mengalami kekurangan gizi dan sakit. Beberapa penelitian menyatakan bahwa gizi yang kurang dan tidak seimbang memiliki hubungan positif terhadap keparahan karies gigi atau gigi berlubang, serta cenderung memiliki angka gigi dengan karies lebih tinggi dibandingkan anak dengan gizi yang cukup. Selain itu, anak dengan kondisi gizi yang kurang akan memiliki kelenjar saliva atropi, padahal saliva (air liur) memiliki peran penting untuk membersihkan gigi dan mulut, serta mencegah karies gigi.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting jika dilihat dari faktor gigi geligi?

  1. Membiasakan anak minum susu dari gelas
  2. Membersihkan gigi dengan air hangat menggunakan kapas pada bagian gigi dan mulut yang terkena susu
  3. Mendidik dan membiasakan menyikat gigi setelah gigi tumbuh setelah makan dan sebelum tidur
  4. Pemakaian pasta gigi berfluor
  5. Pemeriksaan berkala ke dokter gigi ketika anak berusia 2 tahun

Jadi bagaimana hubungannya antara karies gigi dan stunting ?

Stunting merupakan kondisi kekurangan gizi anak yang berawal pada 1000 hari pertama kehidupan dan memiliki dampak yang berkelanjutan hingga anak dewasa. Karies gigi merupakan kondisi rusaknya gigi geligi yang dapat berdampak pada jaringan pendukung gigi, bahkan terhadap kondisi sistemik. Seperti diketahui bahwa kondisi stunting dan karies gigi memiliki hubungan timbal balik. Oleh karena itu, untuk mencegah stunting kita perlu melakukan pemenuhan gizi seimbang seimbang dengan menjaga kondisi gigi geligi, sehingga anak dapat makan dengan baik. Sebaliknya, mencegah karies gigi dapat kita lakukan dengan pemenuhan gizi seimbang terutama untuk mendapatkan fungsi saliva optimal.

Untuk menyaksikan kembali video Webinar klik disini atau kunjungi Youtube Channel “Universitas Muhammadiyah Semarang”

Download Materi – klik disini

Gelar Kuliah Umum secara Daring, FKG UNIMUS Menghadirkan Dokter Dokter Konsultan

Semarang (14/12/2020) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang (FKG UNIMUS) menggelar acara rutin yaitu kuliah umum yang merupakan salah satu media pembelajaran pada prodi kedokteran gigi, yang dimana dihadiri oleh narasumber-narasumber yang ahli dan kompeten dibidangnya, pada kuliah umum kali ini mengangkat tema Tindakan Bedah Mulut dalam Masa Kehamilan (Do and Don’t), sebagaimana seorang calon doker gigi harus mengetahui permasalahan apa saja yang dapat timbul pada rongga mulut dan gigi geligi pada ibu hamil serta bagaimana cara mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Oleh karena itu, maka penting adanya peningkatan pengetahuan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi tentang kelainan-kelainan rongga mulut yang berhubungan dengan kehamilan serta pertimbangannya dalam tindakan bedah mulut.

Kuliah umum pada kali ini, FKG UNIMUS turut mengundang dokter Spesialis Obstetrik dan Ginekologi yaitu dr. Herman Kristanto, M.S,. SP.OG (K) yang merupakan dokter konsultan Obstetrik dan Ginekologi Universitas Diponegoro dan dokter gigi Spesialis Bedah Mulut, drg. Devi Farida Utami, Sp.BM (K) yang merupakan dokter gigi konsultan Bedah Mulut Universitas Gadjah Mada.

Acara kuliah umum ini dilaksanakan secara daring yang dibuka dengan laporan ketua panitia oleh drg. Vilianti Eka Fitri Rahatina dan sambutan oleh Wakil Dekan 1 FKG UNIMUS, drg. Dika Agung Bakhtiar Sp. Prost. Walaupun dilaksanakan secara daring, tetapiacara ini mendapat antusias yang sangat baik dari para peserta kuliah umum yakni Mahasiswa sarjana dan profesi kedokteran gigi Unimus. Kelancaran acara ini juga tidak lepas dari kehadiran drg. Syarifah Nova Amiza Zam, PhD sebagai moderator, yang telah memandu acara kuliah umum ini menjadi acara yang interaktif dan menyenangkan.

Sambutan Ketua Panitia drg. Vilianti Eka Fitri Rahatina
Acara Dimoderatori oleh drg. Syarifah Nova Amiza Zam, PhD
Penyampaian Materi oleh Narasumber dr. Herman Kristanto, M.S,. SP.OG (K)
Penyampaian Materi oleh Narasumber drg. Devi Farida Utami, Sp.BM (K)

Diakhir acara antusiasme mahasiswa FKG UNIMUS sangat positif, dilihat dari banyaknya pertanyaan yang dilayangkan kepada narasumber. Proses diskusi menjadi sangat menarik karena dari satu pertanyaan yang diberikan oleh penanya, dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu dari sisi kondisi kehamilannya oleh dr. Herman Kristanto, M.S,. SP.OG (K), dan dari sisi tindakan bedah yang dilakukannya oleh drg. Devi Farida Utami, Sp.BM (K). Kegiatan yang diikuti hampir 100 orang mahasiswa itu pun berjalan hingga pukul 11.00 WIB.

Dokumentasi Jalannya Acara General Lecture “Tindakan Bedah Mulut dalam Masa Kehamilan”

Dokumentasi Jalannya Acara General Lecture “Tindakan Bedah Mulut dalam Masa Kehamilan”

FKG Unimus Ingin Cetak Lulusan Dokter Gigi Hafidz Qur’an

Semarang, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang (FKG Unimus) merupakan IPDG (Institusi Pendidikan Dokter Gigi) yang memegang kuat nilai-nilai Islam di dalamnya. Sesuai Visi dan salah satu Misi FKG Unimus yakni “Menjalin kerjasama dengan institusi didalam dan diluar negeri untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan”, sehingga untuk mewujukan misi tersebut FKG Unimus menginginkan lulusannya selain menguasai ilmu Kedokteran Gigi juga meluluskan Dokter Gigi yang hafal Alquran. Untuk mewujukan hal itu maka Selasa (6 Oktober 2020) FKG Unimus dan PPPA Daarul Qur’an Semarang menandatantangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama.

MoU kerjasama ditandatangani oleh Dekan FKG Unimus Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp. KGA dan Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an (DaQu) Semarang Muhammad Nur Fauzan. Kerjasama ini meliputi pembelajaran tahsin Al-qur’an dan Hafidzul qur’an yang diberikan oleh PPPA Daarul Qur’an kepada mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi FKG Unimus. Dekan FKG Unimus mengatakan dalam pidatonya “Kami berkomitmen untuk melahirkan dokter gigi yang hafal Al-qur’an, IPDG yang menghasilkan dokter gigi saja banyak, tetapi Dokter gigi sekaligus hafidz qur’an sangat jarang”. “Demi mencapai misi FKG Unimus kegiatan keislaman fokus kami tidak hanya disini saja, selain itu pendidikan adab dan akhlak juga menjadi fokus selanjutnya” Tambahnya. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I FKG Unimus drg. Dika Agung Bakhtiar, Sp. Pros, Wakil Dekan III FKG drg. Retno Kusniati, M. Kes, serta Ketua Unit Kedokteran Gigi Islami (UKGI) drg. Etny Diah Harniaty, MDSc.

Dekan FKG Unimus Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp. KGA (Kiri), Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an (DaQu) Semarang Muhammad Nur Fauzan (Kanan) Bertukar cindramata tanda MoU FKG Unimus-DaQu (Source: drg. Etny)

Selain itu Kepala Cabang DaQu mengatakan “Semoga kerjasama ini berjalan dengan baik dan cita-cita kami untuk melahirkan 1000 penghafal Al-qur’an tercapai”. “Ini merupakan program pertama ditingkat Sekolah Tinggi, semoga kerjasama ini bernilai ibadah” imbuhnya. Di kesempatan lain Ketua Unit Kedokteran Gigi Islami drg. Etny Diah Harniaty, MDSc mengatakan “Untuk periode awal ini akan ada empat angkatan yang diberikan pembelajaran terkait tahsin dan tahfidz yakni angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020, ini merupakan program kerja dari UKGI, Insyaa Allah FKG Unimus mencetak dokter gigi yang memiliki akhlak Qur’ani”

Program ini akan berjalan satu tahun atau dua semester jika dianggap sukses maka program ini juga akan diberikan kepada mahasiswa koas. Meskipun ditengah padatnya proses belajar mengajar di FKG Unimus, mahasiswa harus bisa membagi waktu untuk akhirat mereka salah satunya adalah dengan belajar Al-qur’an. Pertemuan pertama dilakukan mulai tanggal 12 Oktober 2020 Pembelajaran dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom dan dimulai pukul 18.30 WIB.

Pengambilan Sumpah Dokter Gigi Periode 1 Tahun 2020

Semarang | (05/10/2020) Sebanyak empat orang dokter gigi baru mengikuti prosesi angkat sumpah dokter gigi pertama Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dengan protokol pencegahan Covid-19. Dilaksanakan di Aula RSGM, acara angkat sumpah dihadiri oleh Rektor Unimus (Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd, Wakil Rektor I (Dr. Budi Santosa, M.Si., Med), Wakil Rektor II (Dr. Hardi Winoto,M.Si), Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia Kota Semarang, Direktur RSGM Unimus (drg. Bawa Adiwinarno, M.MedEd), serta segenap sivitas akademika FKG Unimus.

Dekan FKG Unimus Dr. drg. Risyandi Anwar., Sp.KGA mengambil sumpah empat dokter gigi baru. Keempat dokter baru FKG Unimus yang mengikuti sumpah dokter hadir didampingi orang tuanya yaitu : drg. Glory Gustiara Firdaus (putri dari Drs. Teguh Wiyono, M.Pd, M.T dan Ibu Siti Solikhati) ; drg. Hilma Falhil Mala (putri dari Drs. H. Ahmad Yazid, M.Pd dan Ibu Hj. Nur Hayati, M.M) ; drg. Prisca Anindya Setyowati (putri dari Bp. Ahmad Tohir dan Ibu Sulistyowati) serta drg. Dhony Miftahul Huda (putra dari Drs. H. Suwarno, M.Pd dan Ibu Hj. Sri Warsini, M.Pd).

Dalam prosesi angkat sumpah dokter gigi tersebut, drg. Prisca Anindya Setyowati menjadi lulusan terbaik dengan raihan IPK 3.93. “Sumpah dokter gigi yang diselenggarakan kali pertama di FKG Unimus ini sebagai salah satu upaya agar dokter gigi melakukan pekerjaan secara profesional serta masyarakat terlindungi. Setelah diambil sumpah, nantinya dokter baru lulusan FKG Unimus akan mendarmabaktikan dirinya kepada bangsa, negara, masyarakat dan keluarga sebagai dokter gigi yang Islami,” ungkap Dekan FKG.

Menambahkan, Rektor Unimus dalam sambutannya memberikan selamat atas kelulusan 100 % mahasiswa Profesi Dokter Gigi Unimus dalam UKMP2DG (Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi). “Selamat atas kelulusan keempat mahasiswa profesi dokter gigi sehingga dapat mengikuti acara sumpah profesi hari ini. Semoga upaya Bapak/Ibu keluarga besar FKG Unimus menjadi amal sholeh di sisi Allah SWT, selamat dan sukses, “ paparnya.

ADAPTASI PARADIGMA BARU PENDIDIKAN, FKG UNIMUS SELENGGARAKAN WORKSHOP TUTORIAL UNTUK DOSEN

Di era revolusi 4.0 ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan SDM yang unggul sehingga tidak tertinggal dalam menciptakan inovasi baru dan mengaplikasikan teknologi yang maju. SDM unggul yang kreatif dan inovatif ini tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan harus dipersiapkan melalui pendidikan. Paradigma pendidikan saat ini bergeser dari teacher centered learning menjadi student centered learning. Paradigma baru ini menuntut mahasiswa untuk belajar mandiri dan lebih aktif menggali sumber belajar, tidak hanya bergantung pada kuliah dosen di kelas. Hal ini tak luput dari tujuan pendidikan itu sendiri untuk menciptakan insan yang berkualitas unggul, kreatif, dan inovatif.

Banyak metode yang dapat dilakukan untuk menerapkan pembelajaran student centered learning, salah satunya adalah pembelajaran menggunakan metode tutorial. Dengan menggunakan metode ini, mahasiswa dilatih untuk menjawab persoalan (problem based learning) dan secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran (student centered learning). Keberhasilan tutorial tidak hanya bergantung pada mahasiswa saja, akan tetapi tutor juga memiliki peran yang vital. Oleh karena itu, pada hari Jumat, 31 Agustus 2020 Fakultas Kedokteran Gigi Unimus menyelenggarakan workshop “Upgrading Tutor : Be an Excellent Tutor to Gain Successful Learning 2020”.

Kegiatan Workshop dibuka oleh Wakil Dekan 1 FKG Unimus

Kegiatan workshop dilaksanakan di Aula RSGM Unimus dengan narasumber dr. Mega Pandu Arifiyanti, M.Med.Ed dari FK Unimus dan drg. Hayyu Failasufa, M.K.M selaku KaProdi S1 Kedokteran Gigi FKG Unimus. Peserta kegiatan ini adalah seluruh dosen FKG Unimus. Materi yang disampaikan oleh narasumber pertama adalah mengenai Seven Jump Step, dinamika kelompok diskusi, peran tutor, identifikasi masalah dari tutor, dan feedback. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tutorial yang dilakukan oleh dosen FKG Unimus dan pemberian feedback. Materi kedua disampaikan oleh drg. Hayyu Failasufa, M.K.M yaitu mengenai peran PJ Blok dan trainer dalam pembelajaran di FKG Unimus. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini proses pembelajaran di FKG Unimus dapat berlangsung dengan lebih baik dan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Kegiatan Diskusi dalam Workshop Upgrading Tutor
Foto Bersama Narasumber dan Peserta Workshop

FKG Unimus Mengadakan Kegiatan Rapat Kerja Tahunan 2020 Secara Daring

Fakultas Kedokteran Gigi Unimus menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan yang diikuti oleh Tenaga Pendidik dan Kependidikan di FKG Unimus. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 3-4 Agustus 2020 secara Daring dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Dekan FKG Unimus membuka kegiatan Rakerta 2020

Kegiatan di hari pertama dibuka oleh Dekan FKG Unimus yaitu Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA. Beliau menyampaikan visi, misi, dan tujuan dari FKG beberapa tahun kedepan. Dilanjut dengan pemaparan dari UP2J yang disampaikan oleh drg. Vilianti Eka Fitri Rahatina.

Pemaparan dari UP2J yang disampaikan oleh drg. Vilianti Eka Fitri Rahatina

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan dari Medical Education (MDEU) yang disampaikan oleh drg Nur Khamilatusy Sholekhah, M.M., pemaparan dari Unit Penjaminan Mutu disampaikan oleh drg Putri Dhianita.

Pemaparan dari MDEU yang disampaikan oleh drg Nur Khamilatusy Sholekhah, M.M.
Pemaparan dari Unit Penjaminan Mutu yang disampaikan oleh drg Putri Dhianita

Di hari kedua kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi dan program kerja secara “maraton” dari Unit Kedokteran Gigi Islami (UKGI) yang disampaikan oleh drg Etny Dyah Harniati yang setelahnya disambung pemaparan dari Bagian Tata Usaha yang disampaikan oleh Badrun Ali, S.E., lalu dilanjutkan pemaparan dari Program Studi S1 Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi yang masing-masing disampaikan oleh drg Hayyu Failasufa, M.K.M. dan drg Ayu Kristin Rakhmawati.

Pemaparan dari UKGI yang disampaikan oleh drg Etny Dyah Harniati
Pemaparan dari Bagian Tata Usaha yang disampaikan oleh Badrun Ali, S.E.
Pemaparan dari S1 Kedokteran Gigi yang disampaikan oleh drg Hayyu Failasufa, M.K.M.
Pemaparan dari Profesi Dokter Gigi yang disampaikan oleh drg Ayu Kristin Rakhmawati

Sesi terakhir dilanjutkan mulai pukul 13.00 WIB dengan pemaparan evaluasi dan program kerja dari Wakil Dekan 1 dan Wakil Dekan 2 yang masing-masing disampaikan oleh drg Dika Agung Bakhtiar, Sp.Pros. dan drg Retno Kusniati, M.Kes..

Pemaparan dari Wakil Dekan 1 yang disampaikan oleh drg Dika Agung Bakhtiar, Sp.Pros.
Pemaparan dari Wakil Dekan 2 yang disampaikan oleh drg Retno Kusniati, M.Kes.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama seluruh civitas akademik FKG Unimus dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

4 Mahasiswa FKG Unimus Ikuti 17th Students Scientific Conference di Malaysia

Semarang | Di era digital yang semakin mengglobal saat ini, dunia semakin terkoneksi. Pengalaman untuk terlibat dengan komunitas internasional menjadi hal yang sangat penting terlebih bagi mahasiswa. Karena mahasiswa termasuk dalam global citizens, dimana bergabung dengan masyarakat internasional khususnya diajang konferensi ilmiah dapat dijadikan sebagai investasi diri untuk menambah wawasan dan pengetahuan di luar Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, empat mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mengikuti kegiatan 17th Students Scientific Conference di Universiti Sains Malaysia, pada Kamis (27/02/2020) lalu.

Adapun ke-empat mahasiswa yang  berkesempatan tersebut adalah Hanum Laksita Intan Hapasari, Dhindi Dwi Andani, Ayu Purudita, serta Moh. Danil Ahsan M. Ke-empat mahasiswa Kedokteran Gigi tersebut sukses mempresentasikan hasil researchnya dalam conference yang pesertanya dari sebagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Kaprodi S1 Kedokteran Gigi Unimus, drg. Hayyu Failasufa menyatakan bahwa mengikuti kegiatan ilmiah internasional tersebut sebagai upaya peningkatan publikasi karya ilmiah mahasiswa serta memberikan pengalaman dan pengembangan diri bagi mahasiswa FKG. “Saya mewakili Dekan FKG berkesempatan pula berdiskusi dengan Dekan School of Dental Sciences USM, Prof Dr. Mohd Fadhli Kamis untuk peningkatan implementasi kerjasama dengan School of Dental Sciences Universiti Sains Malaysia (USM), “ ujarnya.

Kaprodi S1 Kedokteran Gigi Unimus drg. Hayyu Failasufa Bersama Dekan School of Dental Sciences Setelah Meeting

Moh. Danil Ahsan M. K sebagai salah satu mahasiswa yang terpilih memaparkan bahwa 17th Student Scientific Conference merupakan event untuk memberikan wadah bagi mahasiswa yang belum lulus sebagai seorang sarjana untuk saling berbagi dan bertukar satu sama lain tentang pengalaman penelitian dan bekerja pada bidang kedokteran gigi. “Event ini merupakan pengalaman baru untuk saya dalam melakukan presentasi di depan juri dengan Bahasa Inggris. Event tersebut seolah-olah berkata kepada saya bahwa you must be dazzling to dazzle everyone. Untuk menjadi dazzling saya harus belajar dan memahami bahwa the world is not just in my campus. Event kali ini membuat saya menjadi lebih termotivasi untuk selalu belajar, belajar dan belajar. Jangan pernah merasa bisa dan besar agar kita mau belajar, “ tambahnya.

FKG Unimus Mengadakan Workshop Persiapan Jabatan Fungsional

Semarang | (27-02-2019) Untuk meningkatkan jumlah dosen yang bersertifikasi dosen, Fakultas Kedokteran Gigi Unimus mengadakan Workshop Persiapan Jabatan Fungsional. Kegiatan ini dilaksanakan di RSGM Unimus. Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Dr. drg. Risyandi Anwar, Sp.KGA dan diikuti oleh dosen-dosen FKG Unimus. Selaku narasumber menghadirkan Dr. Amin Samiasih, S.Kp. M.Si.Med dan Sri Sulistyowati, A.Md.

Wakil Dekan I membuka kegiatan
Narasumber Dr. Amin Samiasih, S.Kp. M.Si.Med memberikan materi

Narasumber Sri Sulistyowati, A.Md. menyampaikan materi
Peserta workshop
Foto bersama

FKG Unimus Bekerjasama dengan 3M dan COBRA Menyelenggarakan Kompetisi Indonesia’s Next Top Dentist 2020

Semarang, 20 Februari 2020 | Fakultas Kedokteran Gigi bekerjasama dengan 3M dan COBRA menyelenggarakan Kompetisi Indonesia’s Next Top Dentist 2020. Acara diselenggarakan di Aula Lantai 3 RSGM Unimus dan diikuti oleh 30 mahasiswa Profesi Dokter Gigi Unimus.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Panitia yaitu drg Putri Dhianita Pratiwi dan dilanjutkan dengan pemaparan lomba. Pemenang dari lomba ini nantinya akan melaju pada tingkat nasional yang akan diikuti oleh berbagai kampus di Indonesia.