Pahlawan Hebat dan Sehat
Kita wajib memanjatkan puji dan syukur menapak era Indonesia hebat, dan era itu hendaknya bisa memacu kita untuk bekerja lebih bersemangat dan lebih keras. Ada dua momentum penting pada November 2014. Pertama; bangsa ini, termasuk warga Jateng, memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November, dan kedua; memperingati Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November.
Sehubungan peringatan Hari Pahlawan, warga Jateng, terutama generasi muda, perlu kembali menghayati keteladanan semangat juang pahlawan, dengan menjadikan mereka sebagai idola. Hal itu sejalan dengan tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, yakni ’’Pahlawanku Idolaku’’.
Pemahaman itu tidak terlepas dari semboyan yang dicetuskan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghormati pahlawannya. Termasuk mengenang dan menghayati perjuangan mereka, yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kejayaan bangsa. Perjuangan tanpa pamrih, dan menanggalkan kepentingan pribadi atau kelompok.
Adapun tema utama peringatan Hari Kesehatan Nasional 2010-2014 adalah ’’Indonesia Cinta Sehat.’’ Tema inspiratif ini dipilih untuk menggerakkan segenap komponen bangsa mencapai hidup sehat. Subtema peringatan ke-49 tahun 2013 adalah ’’Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional yang Bermutu’’ dimaksudkan untuk menuju masyarakat sehat dan mandiri.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini merupakan peringatan emas atau ke-50, yang menunjukkan telah setengah abad perjalanan pembangunan kesehatan bangsa ini dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. ”Sehat Bangsaku Sehat Negeriku” sebagai tema HKN tahun 2014 bertujuan untuk meningkatkan derajat kesadaran masyarakat.
Pemerintah ingin memberi pemahaman kepada rakyat bahwa menjaga diri tetap sehat jauh lebih baik ketimbang mencari pengobatan saat penyakit sudah parah. Pemahaman itu diharapkan dapat membangkitkan komitmen untuk mengedepankan semangat preventif promotif dalam mewujudkan bangsa yang sehat.
Hidup sehat adalah pilihan, dan pelaksanaannya dipengaruhi keluarga, serta kondisi sosial dan lingkungan. Karena itu, momentum peringatan HKN tahun ini tepat untuk kembali mengingatkan masyarakat, termasuk warga Jateng, memulai meninggalkan upaya kesehatan yang bersifat kuratif menuju upaya yang lebih didominasi semangat preventif dan promotif.
Sudah Melembaga
Partisipasi aktif masyarakat Jateng beserta seluruh komponen kesehatan berperan besar. Upaya program kesehatan guna meningkatkan pengetahuan pentingnya pelayanan kesehatan preventif promotif di kabupaten dan kota, telah melembaga. Upaya dan koordinasi tentang jaminan kesehatan nasional, secara sistematis juga terus tumbuh dan berkembang.
Kepesertaan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat dari Sekretariat Tim Pelaksana Jaminan Kesehatan Daerah Provinsi Jateng menyebutkan ada 1.284.758 jiwa (457.077 pria dan 456.854 wanita) yang sudah terdaftar. Khusus Kota Semarang tercatat 10.908 jiwa (5.428 pria dan 5.360 wanita).
Bertalian peringatan Hari Pahlawan, warga Semarang patut mengenang heroisme Pertempuran Lima Hari. Medan juang itu membuktikan bahwa tetesan darah para pahlawan terukir dalam tinta emas sejarah. Salah satu pahlawan adalah dr Kariadi, yang namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit umum pusat di ibu kota Jateng.
Warga Jateng, terutama generasi penerus, perlu terus mereaktualisasikan jiwa, semangat, dan pengorbanan para pahlawan untuk mengisi pembangunan. Upaya itu untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sehat jasmani dan rohani, atau Indonesia yang hebat.
Medan perjuangan telah berubah tak lagi melawan penjajah namun memerangi ketertinggalan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Warga Jateng saat ini harus bisa menjadi pahlawan pembangunan untuk lebih menyejahterakan masyarakat dan provinsi ini, dengan bekal jiwa dan raga yang sehat. (10)
- Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pahlawan-hebat-dan-sehat/
- Hari Senin, 10 Nopember 2014