Metode Pembelajaran

gigi 1Program Studi Pendidikan Dokter Gigi UNIMUS  bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Muhammadiyah Yogjakarta dalam mengembangkan dan menerapkan Kurikulum Berbasis kompetensi (KBK) yang mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia.

Pengembangan kurikulum berangkat dari kompetensi yang harus dicapai mahasiswa. Hal ini sesuai dengan SK Mendiknas SK Mendiknas No 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK). KBK merupakan kurikulum terintegrasi dengan menitik beratkan pada proses belajar aktif mahasiswa (Student Centered Learning/SCL) dengan konsep adult learning dan Islami.

Strategi pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model  SPICES : Students centered, Problem based learning, Integrasi dan Interprofesional, Community based, Elective, dan Systematic approach.

Evidence Based Dentistry  atau EBD akan diintergrasikan dalam kurikulum blok bertujuan agar mahasiswa mengetahui, dapat melakukan searching informasi sekaligus dapat menganalisis secara kritis artikel ilmiah sebagai sumber belajar dalam metode PBL. Pembelajaran ketrampilan klinik dilakukan dalam kegiatan Skills Lab. Mahasiswa yang diperkenalkan dengan situasi klinik sejak dini (Early Clinical Exposure) dengan menggunakan simulasi klinik.

Untuk mengembangkan pola berpikir analitikal, maka metode pembelajaran klinik yang digunakan menggunakan kasus-kasus klinik yang harus diselesaikan oleh mahasiswa (Case-Based Teaching) baik pada jenjang sarjana maupun profesi, pembimbingan oleh instruktur klinik yang berkompetensi pada bidangnya (Bedside Teaching) pada jenjang profesi.

Pada tingkat profesi mahasiswa  menerapkan ilmu dan skillnya pada pendidikan klinik di Rumah Sakit Gigi  dan Mulut (RSGM) UNIMUS, dilatih agar kompeten merawat pasien gigi dan mulut secara nyata dan komprehensif, sehingga merupakan faktor penting dalam proses pengembangan clinical reasoning, kemampuan berkomunikasi serta sikap professional dan empati.

Leave a Reply