Menggalakkan Donor Darah Siaga

SAEFUDDIN ALI A OK

Suara Merdeka : 5-5-2011

FENOMENA sejuta macam bencana kemanusiaan tengah melanda dunia, termasuk Indonesia. Beberapa tahun terakhir, terjadi berbagai musibah kemanusiaan baik akibat bencana alam, berbagai  ledakan masalah kesehatan, konflik antaretnis, teror ataupun penyebab lainnya. Gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, sebagai kumpulan dari organisasi kemanusiaan terbesar di dunia, merespons kejadian itu dan tampil melalui berbagai aksi kemanusiaan.

Gerakan ini terdiri atas tiga komponen yaitu Komite Internasional Palang Merah (International Committee of the Red Cross, ICRC), yang berpusat di Jenewa, Swiss, yang memiliki kewajiban khusus di bawah hukum perikemanusiaan/ humaniter internasional.

Kemudian, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, IFRC), yang merupakan badan keanggotaan dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah nasional dari tiap negara, yang didirikan untuk mengkoordinasikan aksi bantuan internasional dan mempromosikan aktivitas kemanusiaan internasional.

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. Sampai saat ini PMI memiliki 33 cabang tingkat provinsi dan 408 cabang tingkat kota/kabupaten. Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku, ataupun agama tertentu. Dalam pelaksanaannya, PMI juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.

Bulan Sabit Merah (BSM), sebagai organisasi kemanusiaan bersifat independen pun,  dalam memberikan dukungan dan pertolongan kepada yang membutuhkan tidak pernah memandang ras, kelas, negara, dan aspirasi politik. Fokus gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu tetap pada kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan.

Pengamatan 5 tahun ke belakang, PMI baru dapat mengumpulkan kurang dari 2 juta kantung darah. Angka ini masih jauh dari kebutuhan kantung darah di Indonesia yang mencapai kurang dari 5 juta kantung per tahun.
Tahun lalu Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional menyeru seluruh perhimpunan nasional untuk mengangkat isu-isu yang mengarah pada masalah urban yang telah berdampak secara global, baik di kota-kota besar maupun pedesaan tiap negara. Memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional yang ke-148, pada  8 Mei 2011, dua organisasi tersebut terbukti eksis di 170 negara dan menumbuhkan sekitar 233 juta anggota dan sukarelawan.

Pendonor Siaga

Di Jawa Tengah, gerakan Palang Merah sudah eksis di 35 kabupaten dan kota, sedangkan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) eksis di beberapa kota di antaranya yang banyak kegiatannya adalah di Kota/ Kabupaten Semarang.
Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional telah menyeru seluruh perhimpunan nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah untuk mengangkat dan mengoperasionalisasikan tema peringatan tahun 2011, yaitu ’’Together for Humanity’’ (’’Tingkatkan Kebersaman demi Kemanusian’’).

Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran PMI, baik tingkat daerah maupun cabang, termasuk staf, sukarelawan yang tergabung dalam satgana, medical action team, KSR, TSR, CSR, dan Palang Merah Remaja (PMR).
Salah satu permasalahan saat ini yaitu masih kurangnya persediaan darah. Untuk itu, PMI dan BSMI mengajak masyarakat untuk aktif membantu mengatasi persoalan kekurangan stok darah. Salah satunya adalah menjadi donor darah, atau menjadi donor darah siaga yang secara sukarela menempelkan stiker dari PMI-BSMI yang juga menginformasikan golongan darahnya.

Donor darah siaga akan menempelkan stiker itu di bagian depan rumahnya dan ia siap dihubungi sewaktu-waktu bila PMI membutuhkan darah untuk mereka yang membutuhkan. Saat ini, baru Markas Daerah PMI DKI Jakarta yang menerapkan pola itu, dan kita berharap nantinya bisa memasyarakat di Jateng.  (10)

— Dr Saifuddin Ali Anwar,