Author Archives: admin

BEM dan Dental Rescue FKG Gelar FORAMEN 2018

Seorang anak kooperatif dilakukan pemeriksaan oleh mahasiswa

Semarang │(29/04/2018) Departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bekerjasama dengan Dental Rescue FKG Unimus melaksanakan kegiatan pengabdian mayarakat berupa bakti sosial (Baksos) pada Minggu 29 April 2018. Kegiatan yang diketuai oleh Ariqo Jauza Ulhaq diberi nama FORAMEN 2018 (Fakultas Kedokteran Gigi Unimus Mengabdi) diselenggarakan sebagai wujud implementasi pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.  Kegiatan FORAMEN 2018 masuk dalam rangkaian dies natalis FKG Unimus yang jatuh setiap tanggal 18 April.

Mahasiswa melakukan edukasi kesehatan gigi pada anak

Dikemukakan oleh Irfan dari Departemen Komunikasi BEM FKG bahwa FORAMEN 2018 adalah program kerja dari departemen pengdian masyarakat BEM FKG Unimus berkolaborasi dengan Dental Rescue FKG Unimus berupa bakti sosial meliputi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, sikat gigi bersama dan tindakan preventif berupa pit dan Fissure Sealent. “Fissure sealant itu perawatan preventif (pencegahan) dengan cara meletakkan bahan pada pit dan fisura gigi yang bertujuan untuk mencegah proses karies gigi” tambahnya.  “Tujuannya kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut pada anak dalam rangka mewujudkan Indonesia Bebas Karies 2030” pungkas Irfan.

Tim Departemen Pengabmas dan Dental Rescue FKG melakukan pemeriksaan gigi anak

Bertempat di TPQ Nurul Qoyyimah Ronggo Warsito RT 03 RW 01, Tanjungmas, Semarang  FORAMEN 2018 melakukan pengabdian masyarakat pada 75 anak. Masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan yang diselenggarakan BEM FKG, anak-anak antusias untuk mendengarkan penyuluhan dan dilakukan pemeriksaan gigi.  Selama ini BEM FKG Unimus telah secara rutin melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat  berupa penyuluhan, pemeriksaan indeks karies gigi, dan sikat gigi bersama

Reportase UPT Humas dan Departemen Komunikasi BEM FKG

3 Macam Sabar Menurut Ulama’

Sabar itu ada tiga macam, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjauhi maksiat dan sabar dalam menghadapi takdir.

 

Apa itu Sabar?
Sabar secara bahasa berarti al habsu yaitu menahan diri.
Sedangkan secara syar’i, sabar adalah menahan diri dalam tiga perkara : (1) ketaatan kepada Allah, (2) hal-hal yang diharamkan, (3) takdir Allah yang dirasa pahit (musibah). Inilah tiga bentuk sabar yang biasa yang dipaparkan oleh para ulama.
Sabar dalam Ketaatan
Sabar dalam ketaatan kepada Allah yaitu seseorang bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah. Dan perlu diketahui bahwa ketaatan itu adalah berat dan menyulitkan bagi jiwa seseorang. Terkadang pula melakukan ketaatan itu berat bagi badan, merasa malas dan lelah (capek). Juga dalam melakukan ketaatan akan terasa berat bagi harta seperti dalam masalah zakat dan haji. Intinya, namanya ketaatan itu terdapat rasa berat dalam jiwa dan badan sehingga butuh adanya kesabaran dan dipaksakan.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron [3] : 200).
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Sholihin ketika menjelaskan ayat di atas, beliau rahimahullah mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang mukmin sesuai dengan konsekuensi dan besarnya keimanannya dengan 4 hal yaitu: shobiru, shoobiru, robithu, dan bertakwalah pada Allah.
Shobiru berarti menahan diri dari maksiat. Shoobiruu berarti menahan diri dalam melakukan ketaatan. Roobithu adalah banyak melakukan kebaikan dan mengikutkannya lagi dengan kebaikan. Sedangkan takwa mencakup semua hal tadi.”
Kenapa Butuh Sabar dalam Ketaatan?
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan pula bahwa dalam melakukan ketaatan itu butuh kesabaran yang terus menerus dijaga karena :
(1) Ketaatan itu akan membebani seseorang dan mewajibkan sesuatu pada jiwanya,
(2) Ketaatan itu terasa berat bagi jiwa, karena ketaatan itu hampir sama dengan meninggalkan maksiat yaitu terasa berat bagi jiwa yang selalu memerintahkan pada keburukan. –Demikianlah perkataan beliau-
Sabar dalam Menjauhi Maksiat
Ingatlah bahwa jiwa seseorang biasa memerintahkan dan mengajak kepada kejelekan, maka hendaklah seseorang menahan diri dari perbuatan-perbuatan haram seperti berdusta, menipu dalam muamalah, makan harta dengan cara bathil dengan riba dan semacamnya, berzina, minum minuman keras, mencuri dan berbagai macam bentuk maksiat lainnya.
Seseorang harus menahan diri dari hal-hal semacam ini sampai dia tidak lagi mengerjakannya dan ini tentu saja membutuhkan pemaksaan diri dan menahan diri dari hawa nafsu yang mencekam.
Sabar Menghadapi Takdir yang Pahit
Ingatlah bahwa takdir Allah itu ada dua macam, ada yang menyenangkan dan ada yang terasa pahit. Untuk takdir Allah yang menyenangkan, maka seseorang hendaknya bersyukur. Dan syukur termasuk dalam melakukan ketaatan sehingga butuh juga pada kesabaran dan hal ini termasuk dalam sabar bentuk pertama di atas. Sedangkan takdir Allah yang dirasa pahit misalnya seseorang mendapat musibah pada badannya atau kehilangan harta atau kehilangan salah seorang kerabat, maka ini semua butuh pada kesabaran dan pemaksaan diri. Dalam menghadapi hal semacam ini, hendaklah seseorang sabar dengan menahan dirinya jangan sampai menampakkan kegelisahan pada lisannya, hatinya, atau anggota badan.

Warisan Spiritual Dan Intelektual KH Ahmad Dahlan

Pulang dari memberikan pelatihan menulis buku untuk puluhan dosen dan mahasiswa di Universitas Aisyiyah Yogyakarta beberapa waktu lalu, saya menerima hadiah beberapa literatur penting mengenai Persyarikatan Muhammadiyah dan amal usahanya.
Yang baru kelar saya baca adalah dua buku tentang pendiri Muhammadiyah, yaitu “Pelajaran KHA Dahlan: 7 Falsafah Ajaran & 17 Kelompok Ayat Al-Quran” dan “Kyai Haji Ahmad Dahlan: Pemikiran & Kepemimpinannya”, diberikan kepada saya oleh penyuntingnya, Arief Budiman Ch.
Kedua buku mini dengan tebal masing-masing tidak sampai 200 halaman ini adalah sumber pokok mengenai riwayat hidup dan kiprah perjuangan Sang Pencerah. Buku pertama ditulis oleh KRH Hadjid, murid Kiai Dahlan yang paling muda. Buku kedua ditulis oleh akademisi senior Muhammadiyah, M Yusron Asrofie.
Membaca kedua buku ini, kita akan mendapati Kiai Dahlan sebagai ulama dalam arti sesungguhnya. Selain dikaruniai otak yang cerdas sehingga mampu memahami kitab-kitab yang sukar, keistimewaan Kiai Dahlan adalah memiliki rasa takut yang luar biasa terhadap kematian dan balasan sesudahnya.
Fatwa yang sering disampaikan Kiai Dahlan, sebagaimana dikutip KRH Hadjid, “Kita, manusia ini, hidup di dunia hanya sekali, untuk bertaruh: sesudah mati, akan mendapat kebahagiaankah atau kesengsaraankah?” Di lain kesempatan, Kiai Dahlan memberikan peringatan, “Bermacam-macam corak ragamnya mereka mengajukan pertanyaan soal-soal agama. Tetapi tidak ada satu pun yang mengajukan pertanyaan demikian: Harus bagaimanakah supaya diriku selamat dari api neraka? Harus mengerjakan perintah apa? Beramal apa? Menjauhi dan meninggalkan apa?”
Saking takutnya terhadap hari pembalasan, Kiai Dahlan sampai menulis peringatan berbahasa Arab untuk dirinya sendiri di dekat meja tulis pribadinya, yang artinya, “Hai Dahlan, sungguh bahaya yang menyusahkan itu terlalu besar, demikian pula perkara-perkara yang mengejutkan di depanmu, dan pasti kau akan menemui kenyataan demikian itu. Ada kalanya kau selamat, tetapi juga mungkin tewas menemui bahaya. Hai Dahlan, coba bayangkanlah seolah-olah badanmu sendiri hanya berhadapan dengan Allah saja, dan di hadapanmu ada bahaya maut, peradilan, hisab, atau pemeriksaan, surga dan neraka. (Hitungan yang akhir itulah yang menentukan nasibmu). Dan, pikirkanlah, renungkanlah apa-apa yang mendekati kau daripada sesuatu yang ada di mukamu (bahaya maut) dan tinggalkanlah selainnya itu.”
Perenungan-perenungan semacam itulah yang kemudian mendorong Kiai Dahlan memperbanyak amal kebaikan untuk kemaslahatan umat. Sebagaimana ditegaskan M Yusron Asrofie, Kiai Dahlan banyak mengerjakan perintah yang mempunyai akibat sosial, seperti pengorbanan harta, pemeliharaan anak-anak yatim, dan juga penampungan orang-orang miskin.
Kiai Dahlan mengartikan orang beragama sebagai orang yang melahirkan amal. Orang beragama, kata Kiai Dahlan, ialah “orang yang jiwanya menghadap kepada Allah dan berpaling dari yang lainnya. Bersih tidak dipengaruhi oleh lain-lainnya, hanya tertuju kepada Allah, tidak tertawan kebendaan dan harta benda. Sikap ini dapat dibuktikan dan dilihat dengan kesadaran menyerahkan harta benda dan dirinya kepada Allah.”
Karena itu, dalam mempelajari Al-Quran, Kiai Dahlan biasa mengambil beberapa ayat lalu dibaca dengan tartil dan ditadaburi: Bagaimana artinya? Bagaimana tafsir keterangannya? Bagaimana maksudnya? Apakah ini larangan dan apakah sudah meninggalkan larangan? Apakah ini perintah yang wajib dikerjakan dan apakah sudah mengerjakan? Bila belum dapat menjalankan, tidak perlu membaca ayat-ayat lainnya.
Pemikiran keagamaan Kiai Dahlan ini sangat penting dikemukakan, terutama di era media sosial seperti sekarang. Masih banyak persoalan krusial yang menanti uluran tangan kita, seperti praktik korupsi yang merajalela, peredaran narkoba yang merebak, kesenjangan ekonomi yang menganga, budaya membaca yang rendah, hingga buta huruf Al-Quran yang belum juga teratasi secara sempurna, dan aneka rupa ketertinggalan umat Islam di banyak bidang.
Keberagamaan model praksis-fungsional sebagaimana dicontohkan Kiai Dahlan, menurut saya, lebih aktif dan produktif ketimbang beragama dengan selalu meributkan bumi ini bulat atau datar, berobat dengan meminum air kencing unta itu sunah atau bidah, mendirikan khilafah itu wajib atau bukan, manusia pertama itu Nabi Adam atau Meganthropus, dan sejumlah perdebatan tidak penting lainnya yang kerap mengatasnamakan Islam.

Panggilan Jihad untuk Kader IMM

Islam adalah agama yang kita yakini bersama sebagai agama yang paling sempurna, saat ini hingga akhir zaman.  Keyakinan tersebut haruslah kita jaga bersama dengan memahami isi ajaran Islam hingga menjaga dan menyebarluaskan agama Islam keseluruh penjuru dunia. Islam sebagai Agama rahmatanlil’alamin yaitu agama yang memberi rahmat bagi seluruh alam. Al Qur’an sebagai kitab suci agama islam telah menjadi pedoman seluruh umat manusia bukan hanya yang bergama Islam saja. Karena di dalam  Al Quran telah diceritakan dan dijelaskan banyak hal tentang seluruh alam seperti tatasurya, alam nyata dan Ghoib, ilmu kedokteran, ilmu perbintangan dan lain sebagainya. Kesempurnaan isi kitab Suci Al Qur’an menandakan bahwa islam adalah agama paripurna yaitu agama yang paling akhir dan sempurna.

Pada tanggal 18 November 1912 M berdirilah Muhammadiyah sebagai upaya menjaga dan menyebar-luaskan agama paripurna tersebut. Berdirinya Muhammadiyah dengan tujuan meneggakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya. Satu abad lebih Muhammadiyah berkiprah dan berdakwah di bumi Nusantara ini. Hingga saat ini masih banyak sekali umat Islam beranggapan bahwa berdakwah hanya dilakukan di Pondok Pesantren dan Masjid saja, dan pastilah itu termasuk kesalahan besar dalam memahami ajaran Islam. K.H. Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah berkeinginan dan bercita – cita agar kader-kader Muhammadiyah mampu menyebarluaskan ajaran islam di semua lini kehidupan tidak hanya di Masjid atau Pondok Pesantren saja. Hal tersebut bisa kita lihat dari petikan kata-kata inspiratif KH. Ahmad Dahlan yaitu “ Jadilah Dokter, Insyinyur, Guru dan Profsional dan kembalilah kepada Muhammadiyah”.

Muhammadiyah telah di akui dunia sebagai Organisasi islam tertua dan terbesar di Indonesia, namun ke dewasaan yang lebih dari satu abad dan kebesaran Muhammadiyah tersebut belumlah final dalam mewujudkan cita-cita sang pendiri yaitu KH. Ahmad Dahlan. Karena masih minimnya kader Muhammadiyah yang berperan sebagai Dai/Mubaligh Muhammadiyah. Krisis Kader Dai atau Mubaligh Muhammadiyah tersebut sangat terasa, hal tersebut bisa dilihat dari minimnya kader asli Muhammadiyah yang megisi acara kajian, diskusi dan pengajian di semua tingkatan mulai PDM, PCM, PRM , Ortom hingga masjid dan jamaah Muhammadiyah. Meskipun ada kader Mubaligh asli Muhammadiyah itu sangat sedikit jumlahnya dan sangat tidak sebanding dengan jumlah Jamaah Muhammadiyah. Bahkan sampai ada Jamaah Muhammadiyah yang mengistilahkan “itu lagi Itu lagi” ( yang ngisi dimana-mana kok ustadznya itu lagi, kurang variatif ). Kondisi ini menjadi PR kita bersama dalam menghadapi krisis Mubaligh/ Da’i Muhammadiyah.

Krisis Da’i/Mubaligh Muhammadiyah dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat fatal bila tidak segera ditangani. Pasalnya orang di luar Muhammadiyah, beranggapan bahwa semua anggota, kader dan pimpinan Muhammadiyah itu adalah Tokoh Agama di masyarakat. Jika  masih ada Anggota/Pimpinan Muhammadiyah tidak berperilaku dan  memahami  Agama islam secara Benar dan sesuai Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah atas dasar  Al Qur’an dan Al hadits, maka bisa mengakibatkan penyesatan umat. Apalagi jika banyak Forum-forum diskusi, Kajian, pengajian Muhammadiyah yang mengisi Bukan kader Mubaligh asli Muhammadiyah yang memahami Ideologi Muhammadiyah, tentu itu tidak baik dan bisa dikatakan bahaya.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ( IMM ) sebagai satu-satunya organisasi otonom Muhammadiyah yang elit ( elit karena hanya mahasiswa yang bisa menjadi anggota IMM ) tidaklah boleh diam melihat kondisi tersebut. Tri Kompetensi Dasar Ikatan yaitu Religiusitas , Intelektualitas, Humanitas sebagai dasar dalam satu kesatuan haruslah menjadi penyemangat dalam menghadapi kondisi saat ini. Salah satu gerakan/ solusi menjawab Krisis Mubaligh/ Dai Muhammadiyah ini , Bidang Tabligh dan kajian ke-Islam-an Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Tengah ( DPD IMM Jateg ) akan melaksanakan Pelatihan Nasional Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah atau di singkat Platnas M3. Platnas M3 ini dilaksanakan pada tanggal 4- 6 mei 2018 dengan peserta dari Perwakilan Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Cabang  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Bidang Tabligh dan Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah seluruh Indonesia. Pemateri dalam kegiatan ini yaitu Majelis Ulama Indonesia, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, Pusat Dakwah Al Qur’an, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah, Hafidz-hafidah, Pondok Pesantren  Internasional , Instruktur dan lain sebagainya.

Panggilan Jihad, Kepada kader IMM di seluruh indonesia terkhusus Bidang Tabligh kajian ke-islaman dan Korp Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah marilah kita hadapi bersama, dan marilah menjadi solusi bersama atas keluhan krisis Kader Mubaligh Muhammadiyah ini dengan mensukseskan Pelatihan Nasional Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah ( Platnas M3 2018 ). Dengan tema “kristalisasi Dakwah Ikatan untuk bangsa yang Berkemajuan”.   Semoga dengan mensukseskan kegiatan ini dicatat Malaikat sebagai Jihad Fisabilillah dan dihitung  pahalanya. Aamiin.

Bilahifisabilhaqfastabiqulkhairat.

Menjadi Guru Ala Kiai Ahmad Dahlan

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei masih satu bulan lagi. Tapi saya ingin mengajak mengenang tokoh pendidikan Nasional KH Ahmad Dahlan. Hampir semua orang mengenal sosok KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri organisasi Muhammadiyah. Tapi banyak orang yang tidak tahu atau kurang paham bahwa KH Ahmad Dahlan sebenarnya adalah sosok seorang guru. Bahkan, berdirinya Muhammadiyah pada tanggal 18 Nopember 1912 juga disebabkan karena Beliau setahun sebelumnya mendirikan sekolah. Organisasi Muhammadiyah diperlukan untuk menopang sekolah yang didirikannya, supaya jika suatu saat Beliau wafat maka sekolah tersebut tetap bisa berjalan atas dukungan organisasi Muhammadiyah.
Setelah pulang dari haji  dan belajar di Makkah pada tahun 1888, KH Ahmad Dahlan menjadikan surau atau langgar milik ayahnya untuk tempat mengajar ilmu agama yang dikuasainya. Yang menarik, KH Ahmad Dahlan lebih suka mencari murid daripada didatangi murid. KH Ahmad Dahlan secara aktif berkeliling di kampungnya untuk mengajak anak-anak yang mau belajar agama kepadanya. Akhirnya Beliau mempunyai beberapa murid dari hasil bergerilya itu.
Cara mengajar KH Ahmad Dahlan termasuk unik dibanding kiyai pada umumnya. Selain mengajarkan ilmu agama, KH Ahmad Dahlan juga mengajari muridnya bermain biola dan beberapa kegiatan lain. KH Ahmad Dahlan mengajar dengan cara yang akrab, bukan sebagaimana para guru dan kiyai pada umumnya yang sengaja menjaga jarak dan menjaga image (jaim) dari muridnya. Akibatnya, banyak santri yang lebih suka bermain dan beraktivitas di langgar KH Ahmad Dahlan daripada di rumah orang tuanya sendiri. Murid-murid inilah yang di kemudian hari menjadi penyokong dan penerus perjuangan KH Ahmad Dahlan membesarkan Muhammadiyah.
Tidak hanya sampai disitu, KH Ahmad Dahlan juga aktif mengajar ke kampung kampung lain di luar Kauman. Beliau menginisiasi dibentuknya kelompok kelompok pengajian yang Beliau hadir secara berkala. Dari kegiatan itu terbentuklah beberapa kelompok pengajian di Suronatan, Karangkajen, Kotagede, dan beberapa kampung lainnya. Hal seperti ini jelas tidak sama dengan kebiasaan. Biasanya santri atau murid lah yang mendatangi kiyai atau gurunya. Tapi, KH Ahmad Dahlan justru yang aktif mendatangi santri santrinya.
Selain mengajar di langgar dan kelompok pengajian, KH Ahmad Dahlan juga aktif menawarkan diri mengajar di beberapa organisasi pergerakan yang saat itu mulai bertumbuh. Beliau aktif menjadi anggota dan pengajar di Syarikat Islam dan Budi Utomo. KH Ahmad Dahlan juga menawarkan diri untuk bisa mengajar agama Islam di Kweekschool (Sekolah Guru) milik Belanda di Jetis dan OSVIA (sekolah among praja) di Magelang. Tawaran tersebut akhirnya dikabulkan dan KH Ahmad Dahlan bisa mengajar di sekolah tersebut tanpa dibayar sepeserpun.
Atas usulan dan bantuan murid-muridnya di Sekolah Guru dan beberapa pengurus Budi Utomo, KH Ahmad Dahlan akhirnya mendirikan sekolah klasikal di rumahnya yang mengajarkan pelajaran agama dan umum. Sekolah rintisan inilah yang akhirnya melahirkan sekolah formal Muhammadiyah yang pertama kali didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tahun 1911. Satu tahun kemudian didirikan organisasi Muhammadiyah yang salah satu tujuannya adalah menopang pendidikan yang sudah didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut. Setelah Muhammadiyah berdiri, sekolah tidak lagi menjadi milik pribadi KH Ahmad Dahlan, tetapi menjadi milik Muhammadiyah. Dari sinilah akhirnya Muhammadiyah mengembangkan sekolah di berbagai tempat dan pelosok Indonesia. Hingga saat ini ada puluhan ribu lembaga pendidikan yang diselenggarakan di bawah bendera Muhammadiyah sejak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi.
Dalam hidupnya, KH Ahmad Dahlan tidak pernah mengambil keuntungan dari pendidikan yang diselenggarakannya. Beliau malah sempat melelang seluruh perkakas dan perabot rumahnya untuk membiayai sekolah yang didirikannya itu. Bahkan di akhir hayatnya KH Ahmad Dahlan tidak banyak meninggalkan harta warisan kepada keluarganya. Tapi semua orang tahu, warisan terbesar KH Ahmad Dahlan adalah Muhammadiyah dengan segala amal usaha terutama pendidikan yang manfaatnya bisa dirasakan orang banyak hingga saat ini. Siapa ingin mencontoh KH Ahmad Dahlan?

FKG Unimus Perluas Kerja Sama Dengan Beberapa Universitas di Malaysia

Dato’ (AMB) Mohd Yusoff Abu Bakar selaku Deputy Vice Chancellor of Student Affairs & Internalization Lincoln University dan Dekan FKG Unimus

Dato’ (AMB) Mohd Yusoff Abu Bakar selaku Deputy Vice Chancellor of Student Affairs & Internalization Lincoln University dan Dekan FKG Unimus usai penandatangan MoU

Malaysia| Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)  perluas kerja sama dengan sejumlah universitas besar di negara Malaysia. Ada empat universitas diantaranya University of Malaya, Lincoln University College, Internasional Medical University, serta University Sciences Islam Malaysia. Kerja sama tersebut tertuang dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandung of Agreement (MoA) pada keempat universitas tersebut. Hadir dalam penandatanganan MoU perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Semarang, drg. Budiono, M.Pd selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi beserta M.Yusuf, Ph.D selaku Direktur IRO (International Relationship Office).

Kerja sama internasional tersebut berkaitan dengan fast track program Master Dental Science. Pertemuan dengan keempat universitas tersebut berlangsung pada akhir Maret ini di negara Malaysia. Kerjasama yang digagas oleh Fakultas Kedokteran dan Kantor Urusan Kerjasama Internasional Unimus ini merupakan kerjasama yang mendukung Tri Darma Pendididikan dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. “FKG Unimus memiliki visi berwawasan internasional, sehingga mewajibkan mahasiswanya untuk international experience short program di luar negeri, sehingga kerja sama ini bagian dari international mobility yang diterapkan,’’ papar Budiono.

Dekan Faculty of Dentistry University of Malaya didampingi Dekan FKG Unimus dan Direktur IRo Unimus usai penandatanganan MoU

Dekan Faculty of Dentistry University of Malaya didampingi Dekan FKG Unimus dan Direktur IRo Unimus usai penandatanganan MoU

Di University of Malaya, Budiono dan Yusuf membahas mengenai meeting for preparation of Elective Blok Program pada bulan Juli 2018. Dalam kesempatan tersebut, pihak University of Malaya diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Dato’ Professor Dr. Zainal Ariff Abdul Rahman. Sementara itu untuk penandatangan MoA di Lincoln University College, diwakili oleh Dato’ (AMB) Mohd Yusoff Abu Bakar selaku Deputy Vice Chancellor of Student Affairs & Internalization. Sementara itu meeting for developing program of Islamic Dentistry serta letter of intens, dari University Sciences Islam Malaysia diwakili oleh Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Assoc. Prof. Dr. Haslinda Ramli. Dan yang terakhir penandatanganan MoU di Internasional Medical University diwakili oleh Prof. Allan Pau selaku Dean School of Dentistry.

Menurut Yusuf, kerja sama tersebut sangat diperlukan untuk jejaring internasional sebagai peningkatan mutu pendidikan Unimus.  “Kebutuhan pendidikan di era global saat ini sangat membutuhkan kerja sama erat dengan Perguruan Tinggi maju di luar negeri. Sehingga, MoU dan MoA tersebut menjadi bagian yang penting untuk menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memiliki langkah nyata untuk internasionalisasi,’’ tambahnya. “Salah satu visi Unimus adalah internasionalisasi, dan langkah jalinan kerjasama dengan empat Universitas besar di Malaysia tersebut merupakan bukti bahwa Unimus concern untuk mencapai visi berwawasan internasional” pungkas Direktur IRO

Reportase Humas dan Protokoler

Pengajuan Ethical Clearance

ALUR PENGAJUAN EC

alur-pendaftaran-ec

Berikut file-file yang dapat didownload :

  1. Alur Pengajuan Etical Clearance
  2. Biodata Pengajuan Etical Clearance
  3. Etik Penelitian Dengan Subyek Hewan
    1. Protokol Etik Penelitian Dengan Subyek Hewan
    2. Lembar Penilaian Protokol Etik Penelitian dengan Hewan Coba
  4. Etik Penelitian Dengan Subyek Manusia
    1. Protokol Etik Penelitian Kesehatan yang Mengikutsertakan Manusia Sebagai Subyek
    2. Daftar Tilik 7- Standar Kelaikan Etik Penelitian
    3. Penjelasan 7- Standar Kelaikan Etik Penelitian
    4. Lembar Penilaian Protokol Etik Penelitian dengan Manusia
  5. Etik Penelitian Dengan Subyek Mikroba / Material
    1. Protokol Etik Penelitian dengan Mikroba / Material
    2. Lembar Penilaian Protokol Etik Penelitian dengan Mikroba/ Material
  6. Tanda Terima Berkas

Pemaparan dan Simulasi Penilaian Kegiatan Pendidikan Profesi Dokter Gigi

Pada tanggal 10 Februari 2018, telah diadakan acara “ Pemaparan dan Simulasi Penilaian Kegiatan Pendidikan Profesi Dokter Gigi”, yang diselenggarakan oleh program studi profesi kedokteran gigi fakultas kedokteran gigi Universitas Muhammadiyah Semarang. Berlokasi di ruang rapat FKG Unimus dan RSGM Unimus, acara ini dihadiri oleh dekan, wakil dekan 1, wakil dekan 2, kaprodi, direktur RSGM, wakil direktur dan para DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan). Tujuan pelaksanaan acara ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang instrumen penilaian dan pemaparan teknis langkah melakukan pembimbingan klinik pada kegiatan profesi di RSGM Unimus.

Sekitar pukul 08.50 WIB acara dibuka oleh dekan fakultas kedoktean gigi unimus drg. Budiono, M.Pd selanjutnya acara dilanjutkan dengan materi  yang disampaikan oleh drg. Bawa Adiwinarno, M.MedEd sebagai pemateri sekaligus direktur RSGM Unimus yang menjelaskan tentang alur pembimbingan klinik di RSGM Unimus dan sistem penilaian pendidikan profesi di RSGM Unimus. Setelah penjelasan dari drg. Bawa dilanjutkan dengan tanya jawab hingga adzan dhuhur berkumandang.

Setelah sholat dhuhur berjamaah dan makan siang, acara dilanjutkan dengan simulasi kegiatan pembimbingan klinik di RSGM Unimus. Simulasi ini dilakukan dari pasien datang, pendaftaran pasien, alur mahasiswa mengerjakan pasien, hingga pembimbingan dan penilaian DPJP kepada mahasiswa. Acara berakhir pukul 14.00 WIB yang ditutup oleh dekan FKG Unimus drg. Budiono, M.Pd.

Simulasi Bimbingan Klinik di RSGM

Simulasi Bimbingan Klinik di RSGM

simulasi

Simulasi Bimbingan Klinik di RSGM

RSGM Unimus Siap Beroperasi

FKG di Unimus merupakan salah satu Fakultas yang termuda yang berdiri tahun 2013. FKG Unimus merupakan institusi pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan Dokter Gigi dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang berorientasi student centered learning dengan konsep adult learning dan Islami melalui metode pendekatan problem based learning atau belajar berbasis pada permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang ada di Jawa Tengah khususnya kota Semarang. Ciri dan unggulan PSPDG Unimus adalah Kedokteran Gigi dengan paradigma Kedokteran Gigi Keluarga  dan nilai keislamannya yang terintegrasi dalam setiap blok

Front Desk dan Poliklinik RSGM Unimus

Unimus telah mendirikan RSGM (Rumah Sakit Gigi dan Mulut) yang akan menjadi rumah sakit pendidikan civitas akademika Unimus serta akan menjadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. RSGM Unimus telah mulai dibangun akhir tahun 2016.

Rabu, 24 Januari 2018 telah dilakukan peninjauan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) Unimus oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, ketua PWM Jawa Tengah dan anggota BPH Unimus didampingi Rektor, wakil rektor dan dekan FKG. “Pembangunan RSGMP sudah selesai 90% rencananya akan diresmikan pada Februari 2018” ungkap Rektor Unimus Prof. Masrukhi. Sementara itu Dekan FKG Unimus Drg. Budiono, M.Pd menyampaikan bahwa RSGM akan dimanfaatkan untuk praktek profesi kedokteran gigi bagi mahasiswa FKG Unimus dan prodi kesehatan lain serta memberikan pelayanan kepada masyarakat umum. “Keunggulan layanan adalah layanan kedokteran gigi yang Islami pada masyarakat umum dan anak berkebutuhan khusus” tambah Dekan FKG.

Gerbang masuk RSGM Unimus

Sementara itu dalam kunjungan ke RSGM Gubernur Jawa Tengah banyak bertanya tentang layanan yang nanti akan diberikan. Gubernur sangat mengapresiasi upaya Unimus mendirikan RSGM. “Selaian untuk pembelajaran, RSGM nantinya dapat membantu melayani masyarakat dan bersinergi dengan program pemerintah” ungkap pak Ganjar.

Reportase UPT Humas dan Protokoler

Peringati Hari Ibu FKG Unimus Gelar Bhakti Sosial di Panti Wredha

Dekan bersama dosen FKG Unimus dan pengurus Dharmawanita Kota Semarang pada acara pembukaan Bhakti Sosial di Panti Wredha Harapan Ibu

Dekan bersama dosen FKG Unimus dan pengurus Dharmawanita Kota Semarang pada acara pembukaan Bhakti Sosial di Panti Wredha Harapan Ibu

Semarang │(10/12/2017) Dosen dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melaksanakan kegiatan bakti sosial (Baksos) di Panti Wredha Harapan Ibu Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang pada Sabtu 09 Desember 2017 lalu. Bakti sosial terselenggara bekerja sama dengan Dharmawanita Pemerintah Kota Semarang dan PT Rafi Citrapariwara Semarang. Kegiatan baksos diselenggarakan sebagai wujud implementasi pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu-ibu lanjut usia (lansia). Dikemukakan oleh ketua penyelenggara kegiatan yang juga Ketua Unit Kedokteran Gigi Keluarga Islami FKG Unimus drg. Tegar Permadi Dimas Prakoso mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial yang dilakukan berupa pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan gigi serta pengobatan gigi gratis

Mahasiswa FKG Unimus melakukan pemeriksaan tekanan darah pada lansia

Mahasiswa FKG Unimus melakukan pemeriksaan tekanan darah pada lansia

“Selama ini hari ibu yang kita rayakan setiap tahun pada tanggal 22 Desember jarang sekali  di rayakan dengan penuh hikmat, padahal sudah sepantasnya ibu mendapatkan perhatian yang spesial. Pada tahun ini FKG Unimus memberikan bingkisan spesial bagi ibu-ibu lansia melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu-ibu lansia” ungkap drg. Budiono, M.Pd selaku Dekan FKG Unimus. Kegiatan yang berlangsung ramai dari jam 07.00 sampai jam 12.00 tersebut diawali dengan senam bersama dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis serta diakhiri dengan makan bersama. Bhakti sosial tersebut merupakan wujud partisipasi civitas akademika dalam mengaplikasikan Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam bidang pengabdian masyarakat.

Dosen FKG Unimus melakukan pemerisaan gigi lansia

Dosen FKG Unimus melakukan pemerisaan gigi lansia

Reportase UPT Humas dan Protokoler